|
Wah... lihat-lihat foto, jadi teringat kemping di Gunung Puntang... Yaa.. Kita sempet kemping juga nih, sekeluarga aja. Kalau tidak salah satu hari setelah Idul Adha Desember 2007. Heem.. tanggalnya rada lupa tuh. Kempingnya 3 hari 2 malam, starting pointnya dari Bandung. Lokasi Wana Wisata Gunung Puntang ini letaknya di desa Cimaung Banjaran Kab. Bandung. Dari Bandung ambil tol arah Cileunyi keluar tol yang akan ke arah Banjaran - Pangalengan. Nah terus saja melewati Banjaran, belok kiri di pertigaan arah Gunung Puntang. Tanda panah ke Gunung Puntang cukup jelas, hanya saja jalannya agak membelok tajam. Jalan akan berhenti tepat di ujung pintu gerbang Wana Wisata Gunung Puntang ini. Sebelum masuk gerbang, sebelah kanan ada juga gerbang tempat wisata yang dikelola oleh swasta, ya.. tempat penginapan dengan kolam renang artifisial. Heemmm.. Ya untuk kami sih.. tetep.. lebih tertarik Wana Wisata yang dikelola perum perhutani ini dong... lebih alami....
Sebenarnya.. niat utama kemping kali ini ada misi lain. Mas Aria itu memang hobinya ngebrek brek.. salam Rapi 10 55 gitu (jadul bener yaa hobinya...he he he...). Ya yang 2 meteran ya yang 11 meteran ya yang Orari.. wah saya sih gak gitu ngeh dan gak ngerti. Nah.. berhubung di G. Puntang ini jadul Belanda itu memang pernah jadi statsiun pemancar pertama terbesar seasia.. dulunya, mungkin karena posisinya memang cukup tinggi di salah satu puncak pegunungan Malabar dan katanya juga pemancar radio dari sini bisa diterima di negeri Belanda sana yang wah... puluhan ribu kilometer jauhnya. Nah sebagai pecinta radio pemancar, dia tertantang untuk mencoba membuka pemancar mobile. Heemmm.. jadi bisa kebayang kan.. bawaannya dan ribetnya...
Yah.. itulah yang terjadi. Untuk perlengkapannya, ada seperangkat radio rig dan beberapa HT, plus antene yang vertikal maupun yang bentang, accu mobil untuk baterai radio, dan pernak pernik lainnya. Beneran .. itu antena dibentang dari pohon ke pohon. Untungnya memang lokasinya cocok untuk buat bentangan antena, jadi dibandring dan dikereklah lah di satu pohon pinus ke pohon pinus lainnya. Tapi ya memang berhasil tuh sepertinya, untuk ngebreak sama teman temannya di Jakarta oke tuh, tercopy 10 2 (jelas). Juga nyoba yang 11 meter kayaknya berhasil juga. Soalnya kedengeran juga tuh pemancar dari Palembang, Riau, Kalimantan. Tempat kempingnya sebenarnya enak, cocok lah untuk kemping keluarga. Karena memang dulunya wana wisata g. puntang ini komplek perumahan dan statsiun radio pemancar malah pernah ada kolam renang segala, jadi ya banyak datarannya yang cocok untuk ngecamp. Bangunan-bangunan lama hampir seluruhnya hancur, tinggal sedikit bekas-bekas pondasi rumah masih terlihat plus dengan lumut dan belukar disekitarnya.
Fasilitas di sini cukup memadai lah, sepanjang ada warung dan MCK sudah cukup untuk kemping keluarga. Di sini juga areal kempingnya dekat dengan sungai dan tracking hutannya, walaupun kalau mau ke air terjun wah.. katanya harus jalan cukup jauh, sekitar 2 jam perjalanan. Heemmmm.. enggak deh.. lagi musim ujan gini...
Ada lokasi yang cukup menarik didatangi, yaitu Goa Walanda. Letak goa nya cukup terpencil tapi tanda jalan menuju mulut goa terlihat jelas. Masuk ke dalam goa sebenarnya cukup mudah ditelusuri. Hanya saja, lantai dasar goa lembab, cenderung becek dan tentu saja.. setelah agak ke dalam ya gelap gulita kalau tanpa bantuan senter. Untuk anak-anak, tetap saja jadi media petualangan yang asyik. Yah.. berhubung memang kemping di bulannya hujan, Desember, yah.. banyak hujannya deh.. 3 hari kemping sebagian besarnya ya leyeh leyeh, masak-masak en ngebreak di dalam tenda deh. Add as favourites (0) | Quote this article on your site | Views: 607
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |