|
Page 1 of 3 Hari kedua.. hhmmm.. setelah seperti hari kemarin, mengantar anak-anak ke sekolah ISM dan beres-beres apartement, sekitar jam 9 pagi kita memulai trip hari kedua. Setelah jemput teman yang suaminya jadi expatriate di Coca Cola, kami bertiga plus sopir jalan ke Tagaytay. Tagaytay ini seperti layaknya Cipanas Puncak deh buat orang Jakarta, tapi di sini ada danau yang besar, Danau Taal, ditengahnya ada pulau terpisah dengan gunung berapi G. Taal. katanya sih G. Taal ini gunung terkecil di dunia. Hemm.. seperti terbentuknya Danau Toba. Sekitar kurang lebih 60 km dari Manila, perjalanan menuju Tagaytay bener-bener mirip ke puncak. Cuman 'feel'nya beda. Kalau ke Puncak kan sepanjang jalannya sudah banyak komersilnya, banyak toko, restaurant, hotel, nah kalo ini masih relatif perkampungan saja. Kalau jalan ke Puncak melewati perkebunan teh hijau royo royo, nah jalan ini melewati perkebunan nanas - yang seratnya sebagai bahan baku Barong. Mungkin juga karena cuacanya ya.. matahari ada tapi berawan, it's feel like 'gray' and gloomy aja.
Danaunya bagus, pemandangannya indah, tempat pariwisatanya dikelola cukup baik lah. Ada fasilitas nyebrang ke pulau dan hiking ke G. Taal atau piknik di tempat yang namanya People's Park in the Sky tempat tertinggi di Tagaytay. Sedikit cerita tentang People's Park in the Sky ini dulunya diberi nama Palace in the Sky, salah satu tempat istirahatnya ex presiden Marcos dan Imelda. Yah.. bagoeess... Next, turun kembali sekitar jam 1, sedikit terjebak kemacetan karena ada perbaikan jalan. Hhmmm... ada yang lain di sini. Setiap ada perbaikan jalan atau kampung atau gedung, ada poster Gloria Aroyo dan keterangan isinya kira-kira 'atas prakarsa Madam Gloria'. Yah.. semacam kampanye terselubung kali ya.. Setelah menjemput Audi dari sekolah, kami mengunjungi Ateneo de Manila University di daerah Rockwell. Wah.. program MBA nya termasuk murah nih.. juga banyak short course-short course management yang terjangkau banget. Beda bener sama di UI atau MBA ITB. Jauuh.. harganya murah sini dan semua program pakai bahasa Inggris. Oh ya.. satu kelebihan orang Philippines (hemm.. ini kayaknya akan saya bikin cerita sendiri) yaitu kemampuan bahasa Inggrisnya itu lho. Sampai ke tukang ikan di pasar, yah buat jualan sih bisa deh bahasa Inggris. Hebat... Setelah ke Ateneo, apalagi... ya ke Mall yang ada di depannya.. he he he... Rockwell Shopping Center makan crepes isi eskrim.. Yummyyy...
Pulang kembali ke apartemen lumayan udah cape. Heemmm tapiii.. yang namanya bu Boss enggak ada matinya... kayak iklan energizer, langsung setelah magrib saya ditarik suruh nemenin dia menuju mall berikutnya yaitu Glorietta - Greenbelt Shopping Center. Hhmm.. Memang beda sih nih kompleks perbelanjaan. Tamannya itu boww... keren abis.. penuh dengan cafe-cafe yang okeh.. dan luaassss banget. Asyik banget buat nongkrong-nongkrong. Herannya.. walau bukan weekend, orangnya banyak terus bowww...
|