|
Jam sudah hampir jam 10 malam, saya lagi asyik-asyiknya nulis nge’blog’. Si kecil – Selma, masih ngoprek kertas, gunting dan lem di atas karpet gak jauh dari saya. Selintas saya lihat kakaknya sedang ketik-ketik pakai MS Word di kamarnya. Tiba-tiba saja, si kecil mendekat dengan wajah agak tegang dan takut-takut. “ Mama… maaf ya ma, jangan marah ya ma. Aku bikin kotor karpet, lemnya tumpah”. Ha.... saya berhenti menulis dan bengong sebentar. Dalam hati saya... ada yang salah.. saya membiarkan anakku masih bermain dengan lem cair. Dengan kata-katanya yang selembut itu.. mana mungkin saya bisa marah? Malah saya yang merasa menyesal !! Sebelumnya memang saya sedikit marah, bagaimana tidak?? Sudah dari jam 7 saya menunggu kesempatan untuk tenang didepan komputer. Ide-ide dan rencana-rencana sudah menari-nari di kepala, tapi seperti biasa, sebagai ibu 2 anak, waktu untuk fokus dan berpikir terganggu terus. Belum 10 menit buka internet, si sulung mendekat annoying, got problem with her computer. Sudah... Belum 5 menit kemudian si kecil ganti minta main game online di komputer saya. Oke.. karena memang konsentrasi saya sudah terganggu, saya ngalah dan berharap ah sebentar lagi sekitar jam 8.30 an anak-anak juga tidur. Kenyataanya??... malah kakaknya nimbrung dan bermain bersama sampai jam 9 lebih!!.
Saya mulai gelisah.. in my head already fade away.. and I finally shout them out loud to stop playing and go to bed !! Tapi tau gak.. memang bubar grak dari kamar saya, tapi yang besar kembali ke komputernya, yang kecil berganti permainan. Padahal sudah jam 9 lebih..!! Capek menyuruh tidur, ah saya diamkan saja walau Selma merengek minta bantuan, salah satunya ya itu.. membukakan tutup botol lem cair. Eeh.. dia pintar, didiamkan mamanya, dia minta bantuan ‘asisten’ rumah. Dan akhirnya ya seperti ini.. Ah manisnya anakku… kata-katamu menyihir.. Mungkin dalam hatinya ”Mama, aku mau mama main sama aku, karena aku sayang sama mama. Tapi kok mama malah enggak mau main sama aku, malah marah-marah, malah cuekin aku. Aku kan jadi sedih, akhirnya jadi deh gini. Aku pasti dimarahin lagi.” Ah anakku..., maafkan mama ya sayang, mama tidak bisa selalu bermain bersamamu, mama masih suka tidak ada saat kamu membutuhkan mama, mama masih suka marah-marah dan menyuruh cepat-cepat, mama masih berpikir enaknya ibu-ibu lain yang bekerja di kantor. Maafkan mama ya nak, kalau mama masih merasa berat dan tidak sabar mendengar rengekan dan keluh kesah kalian atau harus menemani kalian padahal mama ingin di tempat lain. Maafkan mama ya nak akan keterbatasan mama belum bisa memenuhi keinginan-keinginan kalian. Ah.... Kebetulan sebelum kejadian ini, secara gak sengaja saat surfing membaca blognya Dudie – Mom, Do You Proud of Me di dudie.net . Heemmm.. anak yang baik, mamanya pasti luar biasa. Saya mau jadi ibu yang terbaik untuk Aliya dan Selma, sehingga mereka menjadi anak-anak yang shalihah, yang menjadi kebanggan dan penyejuk hati. Dan yang akan dengan bangga menggenggam tangan saya dan berkata ”I’m so grateful to have you, Mom”. Amiiin...
Add as favourites (0) | Quote this article on your site | Views: 401
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |